Kegiatan Posyandu dan Sosialisasi Stungting

  • 14 September 2019
  • Dibaca: Pengunjung
http://sumberrejowawaykarya-lampungtimur.desa.id/assets/images/sedang/9c5b4-1.jpg

Sumber Rejo, Senin (09-09-2019),Posyandu merupakan perpanjangan tangan Puskesmas yang memberikan pelayanan dan pemantauan kesehatan yang dilaksanakan secara terpadu. Kegiatan posyandu dilakukan oleh dan untuk masyarakat. Posyandu sebagai wadah peran serta masyarakat, yang menyelenggarakan system pelayanan pemenuhan kebutuhan dasar, peningkatan kualitas manusia, secara empirik telah dapat memeratakan pelayanan bidang kesehatan. Kegiatan tersebut meliputi pelayanan imunisasi, pendidikan gizi masyarakat serta pelayanan kesehatan ibu dan anak .

gambar 1.1. kegiatan posyandu disertai sosialisasi stungting

Didusun Bangun Jaya Desa Sumber Rejo telah dilaksankan kegiatan posyandu rutin namun hari ini dibarengi dengan kegiatan Sosialisasi Stungting dari Ibu-Ibu Kader KPM ,dalam sambutannya Ibu Kader KPM menyampaikan “STUNTING adalah kondisi di mana seseorang lebih pendek dibanding tinggi rata-rata orang yang seusia. Stunting ini sendiri disebabkan oleh kurangnya asupan gizi yang diterima janin atau bayi, Stunting bukan hanya pada tinggi tubuh yang terhambat, stunting juga dapat mengakibatkan mudah sakit, berkurangnya kemampuan kognitif, fungsi tubuh tidak seimbang dan mengakibatkan postur tubuh tidak maksimal pada saat dewasa.penyebab stungting dapat dikelompokan dalam dua kelompok:

  • Kurang gizi
  • Tidak mampu menyediakan bahan makanan
  • Pola konsumsi yang salah
  • Pola asuh yang salah
  • Penyakit
  • Air minum tidak aman komsumsi
  • Sanitasi tidak layak
  • Tidak mendapatkan layanan kesehatan secara memadai

Akibat Stungting :

  • Jangka Pendek
  • Gangguan perkembangan otak
  • Gangguan perkembangan fisik
  • Gangguan perkembangan motorik pada bayi
  • Jangka Panjang
  • Tingkat kecerdasan rendah
  • Prestasi belajar tidak baik
  • Prestasi kerja tidak baik (produktivitas rendah)
  • Kalah bersaing dalam mencari kera
  • Cendrung gemuk diusia tua

Sehingga menderita penyakit degeneratif (hipertensi atung diabetes dll).

Dampak Jangka Panjang :

  • Kerugian negara karena generasi penerus mengalami kondisi yang tidak sehat dan tidak produktif

Cara Pencegahan Stungting (intervensi stungting) :

  • Intervensi Spesifik
  • Untuk mengatasi penyebab langsung (kurang gizi dan penyakit)
  • Lebih banyak dikerjakan oleh bidang kesehatan.
  • Sebagai intervensi jangka pendek
  • Intervensi Sensitif
  • Untuk mengatasi penyebab tidak langsung supaya kecukupan pangan dan tidak terjadi infeksi.
  • Dilakukan semua pihak diluar bidang kesehatan
  • Sebagi intervensi jangka panjang

Contoh pencegahan stungting

NO PAKET LAYANAN

SPESIFIK

SENSITIF

1 Kesehatan ibu dan anak

·         Pemeriksaan kehamilan (4x)

·         Pemberian Pil Fe

·         Pertolongan Persalinan oleh tenaga kesehatan

·         Pemeriksaan masa nifas (3 x)

·         IMD (inisiasi menyusu dini) : colostrum,ASI Eklusif,MP-ASI.

·         Imunisasi Lengkap

·         Pemberian obat cacing dan obat malaria

·         Pengolahan gizi seimbang keluarga.

·         Pemantauan minum pil fe.

·         Menerapkan ASI-Ekslusif.

·         Menerapkan MP-ASI

·         Konsumsi garam beryodium

·         Pencegahan malaria

·         Pencegahan kecacingan

2 Konseling Gizi Terpadu

·         Penanganan KEK (Kekurangan energi kronis)

·         Penyuluhan gizi dan pengolahan makanan

·         PMBA (pemberian makanan bayi dan anak )

·         Peningkatan ekonomi keluarga

·         Pemanfaatan pekarangan rumah/kebun gizi

·         Promosi PHBS

3 Perlindungan Sosial ·         Menyiapkan form keterangan proses kelahiran

·         Penerbitan akte kelairan,KTP,KK

·         Pemberian kartu jaminan sosial - BPJS

·         Program subsidi keluarga miskin :

-KIS

-KIP

-PKH

-Beras Miskn

4 Sanitasi dan air bersih ·         Penyuluhan PHBS dan sanitasi

·         Penyediaan sarana air minum

·         Penyediaan jamban (keluarga/umum)

·         Pengelohan limbah keluarga (sampah dan limbah cair)

5 Layanan PAUD  

·         Kegiatan bina keluarga balita

·         Latihan pengasuhan anak ( kelas parenting).

·         Menerapkan pola asuh anak

 

Semoga dengan kegiatan sosialisasi ini  kesadaran memberikan asupan gizi yang dibutuhkan pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) pada anak serta terus menjaga kebersihan lingkungan dan menghimbau kepada seluruh orang tua agar dapat memperhatikan tumbuh kembang anak terutama dimasa 1000 hari pertama kehidupan.